Persiapan Sebelum Melahirkan


Postingan kali ini aku buat untuk mengabadikan betapa serunya mempersiapkan kelahiran putri pertama kami. Capek sih obviously, ngegembol bayi seberat 3 kg dalam perut dan harus bolak-balik belanja dan beres-beres, kebayang kan? Tapi semua capeknya ketutup dengan keseruan persiapan kelahirannya ini. Aku yang biasanya males setrika baju, saat itu senang sekali setrika baju Chyla untuk pertama kalinya. Saat itu aku setrika dengan penuh penghayatan, serius, saking menghayatinya, saat itu juga untuk pertama kalinya ASI-ku keluar di saat usia kandunganku 8 bulan! Percaya ga percaya, aku mikirnya ASI-ku keluar karena saking senengnya aku saat itu.

Refreshing Sebelum Melahirkan


Saat hamil besar, untuk beraktivitas sehari-hari saja aku sudah ngos-ngosan. Mudah capek, nafas pun engap. Di samping itu, aku juga sering panik sendiri memikirkan persiapan untuk melahirkan (maklum anak pertama jadi masih belum berpengalaman :D). Maka dari itu, sepertinya jalan-jalan ke tempat yang asri, tenang, dan hijau untuk menyegarkan pikiran is so much needed! 

Cerita tentang Hari-hari Pertama Pasca Melahirkan

Saat-saat pertamaku berubah status menjadi ibu, justru saat-saat aku jauh dari anakku. Ya, setelah proses IMD selesai, Chyla dibawa ke nursery room, dan aku dibawa ke kamar untuk istirahat. Kata suster, aku masih dalam pengaruh obat bius jadi setelah itu pasti tertidur. Bagaimana dengan Chyla, apa tidak lapar? Bayi baru lahir sebenarnya masih punya cadangan makanan di dalam tubuhnya, jadi untuk sementara beberapa jam ga dikasih ASI juga bisa. Ya udah deh aku nurut aja, lagian udah ga kuat juga waktu itu ngantuk banget karena malam sebelumnya begadang. Tapi saat di atas tempat tidur yang didorong dari ruang operasi ke kamar, aku minta diberhentikan di depan nursery room dan ngintip Chyla dari luar (nasib ibu SC ga bisa turun dari tempat tidur hiks).

Cerita tentang Kelahiran Chyla


Melahirkan: suatu momen yang aku tunggu-tunggu tapi juga aku takutin bakal datang. Ditunggu-tunggu karena udah ga sabar pengen ketemu Chyla, takut karena ngerasa belum siap mental untuk melahirkan dan jadi ibu. Hari perkiraan lahir (HPL) Chyla adalah tanggal 15 September 2016, namun obsgyn kami, dr. Uf Bagazi, SpOG, bilang, "ini sih sebelum tanggal 10 deh lahirnya." Eh beneran dong ternyata.
Karena postingan ini aku tulis juga sebagai diary untuk kenang-kenangan nanti, jadi aku tulis secara kronologis yah biar gampang dibacanya :) Oh iya, buat Chyla (nanti kalo udah bisa baca dan ngerti hehe), ini cerita tentang seberapa kebeletnya Bunda pengen ketemu kamu <3

Babymoon In Lombok


Liburan dadakan. Jadi ceritanya Mei 2016 lalu ada long weekend, dan mertuaku tiba-tiba ngusulin untuk berlibur ke Lombok. Langsung deh kita berburu tiket pesawat dan cari hotel atau villa yang masih bisa di-book. Namanya long weekend, rata-rata hotel penuh semua. Tapi akhirnya kita pun dapat tiket pesawat dan villa yang masih available. Waktu itu aku lagi hamil trimester kedua, which is waktu paling aman bagi bumil yang mau puas-puasin jalan-jalan sebelum berjuang masuk trimester ketiga. Seneng banget lah aku waktu itu bisa jalan-jalan, karena pas trimester awal sempat bedrest sebulan perkara flek. Masuk trimester kedua, obgyn aku bilang kandunganku aman. Alhamdulillah jadi bisa ikut jalan-jalan, dan babymoon terselubung hahaha.

Anantara Uluwatu


26 September 2015, hari kedua honeymoon! Kami pindah ke Anantara Uluwatu untuk mencari suasana berbeda. Kalau di The Mulia suasananya crowded dan lebih cocok untuk dipakai berlibur bersama keluarga, di Anantara Uluwatu suasananya cenderung tenang dan pas untuk honeymoon. Lokasinya tersembunyi, namun sepertinya hampir semua resort yang terletak di Uluwatu lokasinya memang tersembunyi, tidak terlihat dari jalan besar. 

The Mulia, Nusa Dua - Bali


25 September 2015, hari pertama honeymoon! Aku dan suami sampai di Bali pagi menjelang siang di hari Jumat. Kami pun langsung mencari tempat untuk sholat Jumat yang dekat dengan restoran untuk makan siang. Akhirnya nemu tempat sholat Jumat di...parkiran Beach Walk :P Sambil nunggu sholat Jumat kami jalan-jalan di Pantai Kuta, menyusuri Jalan Legian, dan beli sandal jepit di Beach Walk hehehe. Rencananya kami mau ke Bebek Tepi Sawah di Beach Walk untuk makan siang, tapi tapi tapi, restoran tersebut masih tutup saat kami datangi siang itu! Akhirnya kita langsung cus ke Nusa Dua, di sana ternyata juga ada Bebek Tepi Sawah.